Azis Syamsuddin

Kemenkominfo dan Kepolisian Harus Segera Redam Aksi Penjualan Data Pribadi

Azis Syamsuddin

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menilai penjualan data pribadi di forum gelap hackers atau darkweb makin mengkhawatirkan. Aksi sindikat ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jerat hukum bagi korban yang tidak tahu menahu lantaran data pribadinya dipakai bisa terjadi. Sudah banyak faktanya. Segeralah Kominfo dan maupun badan Siber yang dimiliki Kepolisian untuk bersikap,” tegas Azis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/12/2020).

Apalagi, sambung Azis, praktik penggunaan dan penggandaan data pribadi seseorang dapat diakses dengan cepat tanpa memerlukan verifikasi data terlalu lama.

Baca Juga  Angka Pelanggaran Prokes Turun, Azis Syamsuddin: Sosialisasi Covid-19 Dituntut Kreatif

“Yang disedot data sensitif. Di dalamnya ada informasi pribadi. Kalau insiden semacam ini terus saja terulang, lebih banyak risiko bagi pengguna. Maka berantas segera, jangan terlalu lama dibiarkan,” tandas Azis Syamsuddin.

Penyalahgunaan data berpotensi menimbulkan konsekuensi cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya.

“Saya merasa yakin bahwa data yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung,” ungkapnya.

Ditambahkan Azis, Kemenkominfo diharapkan mampu memberikan edukasi ke masyarakat. Bagaimana meminimalkan risiko informasi pribadi dicuri. Dampaknya, sampai cara menimpan ke rahasiaan itu dengan benar.

Baca Juga  Tangkal Benih Terorisme Lewat Pendekatan Lunak

“Tolong beri rekomendasi, bagaimana caranya. Bagaimana tekhnik sederhana agar data terlindungi dengan baik. Langkah yang paling ideal adalanya dengan menyosialisasikannya. Ini tak bisa didiamkan,” tegas Azis.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini meminta masyarakat terus waspada terhadap penjualan data pribadi di forum gelap. Langkah yang paling efektif adalah melaporkan ke pihak berwajib jika memang dirasa data yang dimiliki telah dicuri.

“Jaga selalu email dan situs web phishing Anda, yang kerap digunakan. Ini meminimalkan kemungkinan data dibagikan atau disimpan oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan,” tutur Azis. (scio/ful)

Baca Juga  UU Ciptaker Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Lainnya

TRENDING BERITA

Berita Utama