Azis Syamsuddin

Kalahkan Tantangan Kehidupan, Tradisi Indonesia Mengajarkan Keluar dari Permasalahan

Azis Syamsuddin

AZIS Syamsuddin melihat adanya relasi kearifan budaya Indonesia untuk mengalahkan tantangan kehidupan sudah dimiliki secara tradisi. Ini bisa menjadi benteng ketahanan yang mampu memberikan kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di latar belakangi oleh situasi pandemi Covid-19, Azis Syamsuddin menunjukkan kekayaan budaya nusantara berakar dan tertanam di nusantara seperti tradisi sehat.

Tradisi mencuci tangan, tradisi tolak bala, tradisi mengisolasi diri, tradisi bersih desa, semuanya mengajarkan tentang relasi manusia dengan alam, dan pengaruhnya kemudian pada kesehatan dan kekuatan tubuh manusia dan lingkungan sosialnya.

 

Baca Juga  Kasus Perbudakan ABK Jadi Sorotan Dunia, Azis Syamsuddin Minta Pola Rekrutmen Diperketat

 

Azis Syamsuddin mengapresiasi Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 30 November 2020 diselenggarakan oleh budayawan dan pekerja seni.

Azis Syamsuddin

Tampak di sini sikap optimistis. Semangat terus berkreasi, melahirkan macam-macam pengetahuan tentang bagaimana mengolah, merawat, dan memuliakan alam dan Pencipta memberikan ruang semangat ekspresi seni dan budaya berkesinambungan sesuai dengan UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

PKN menurut Azis Syamsuddin, kebudayaan tidak hanya bicara tarian atau tradisi saja. Tetapi juga nilai karakter luhur yang diwariskan turun-temurun hingga membentuk karakter bangsa kita.

Menekankan pada pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan agar budaya Indonesia dapat tumbuh tangguh. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 32 ayat 1 berbunyi:

“Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

Untuk itu, Azis Syamsuddin mendukung langkah strategis berupa upaya Pemajuan Kebudayaan melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia sesuai dengan prinsip “Trisakti”.

Ini seperti yang disampaikan oleh Ir. Soekarno sebagai pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam pidato tanggal 17 Agustus 1964, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan.

Lebih jauh Azis Syamsuddin bahwa PKN mengedepankan nilai-nilai Kebhinekaan dengan membangun generasi yang memiliki karakter toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, manfaat, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan dan gotong royong.

Azis Syamsuddin

Pelaksanaan PKN telah mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa.

PKN juga mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan warisan budaya bangsa, dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga Kebudayaan menajdi haluan pembangunan nasional. (*)

Berita Lainnya

TRENDING BERITA

Berita Utama