Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin Optimistis Suksesnya Vaksinasi Bangkitkan Gairah Ekonomi RI

Azis Syamsuddin

JAKARTA – Kepercayaan diri masyarakat untuk melakukan konsumsi akan semakin terdorong dengan rencana pemerintah untuk melakukan vaksinasi mulai pertengahan Januari 2021 hingga pertengahan kuartal I-2022. Gairah ekonomi akan tumbuh sejalan dengan kerja keras Pemerintah dan masyarakat dalam melawan wabah Covid-19 yang selama ini jadi belenggu.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mengatakan, vaksinasi salah satu pendukung optimisme masyarakat dalam memutus rantai Covid-19. Ini sejalan dengan sikap Pemerintah yang tengah menunggu BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization maupun MUI mengeluarkan sertifikat kehalalan vaksin.

“Vaksinasi akan mendorong kepercayaan publik dalam menggairahkan sendi ekonomi. Sehingga target pertumbuhan 4,5 persen hingga 5 persen terwujud secara bertahap. Ini salah satu indikatornya, yang secara jelas membutuhkan kerja keras,” terang Azis, Sabtu (9/1/2021).

Sementara indikator lainnya, dapat dilihat dari kenaikan harga-harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia seperti kelapa sawit, nikel, tembaga, batubara, dan emas yang relatif tinggi. “DPR berharap ini terus didorong dengan hilirisasi yang terus disempurnakan sebagai pengungkit perekonomian,” papar Azis.

Azis juga meyakini iklim investasi pada 2021 juga diharapkan semakin baik yaitu salah satunya melalui terbentuknya Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU Cipta Kerja yang akan menjadi game changer Indonesia. “Dasar-dasar ini cukup kuat secara fundamental,” jelasnya.

Pada posisi ini, Wakil Ketua Umum Partai Gokar itu meminta Pemerintah Daerah untuk mempermudah perizinan investasi di berbagai bidang guna menggerakkan perekonomian di masyarakat.

“Harapannya, seluruh otoritas memiliki semangat yang sama. Memberikan izin investasi, dan mampu memberikan insentif. Ini salah satu jaminan agar investasi tidak dipersulit dengan serangkaian persyaratan yang dapat dipermudah,” pintanya.

Menurut dia, peningkatan konsumsi menjadi titik tekan untuk menggerakkan perekonomian. “Selain penanganan COVID-19, Pemerintah Darah juga fokus pada penanganan sektor ekonomi selama pandemi. Terlebih dengan adanya stimulan APBN dan APBD, diharapkan pekerjaan dilakukan dengan cepat,” harap Azis.

Baca Juga  Lawan Corona, Azis Syamsuddin: Sumber Daya Negara dan Kekuatan Masyarakat Harus Dikerahkan

Dan tanpa bosan Azis kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Saya prihatin terjadinya penurunan angka kepatuhan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 khususnya pada pemakaian masker,” ungkapnya.

Dari 79,45 persen menjadi 55,20 persen dan menjaga jarak dari 62,60 persen menjadi 39,51 persen sejak minggu Akhir Oktober 2020 hingga awal Januari 2021 (Data Satuan Tugas/Satgas Penanganan Covid-19).

“Tanpa bosan kami meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Satgas Penanganan Covid-19, serta aparat keamanan untuk menjadikan tren penurunan ini sebagai perhatian sebab penurunan kepatuhan penerapan prokes Covid-19 berdampak pada peningkatan angka pertumbuhan kasus Covid-19,” terangnya.

DPR juga mendorong aparat TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk terus mengingatkan masyarakat menerapkan prokes secara humanis, namun aparat harus bersikap tegas dan tidak segan memberikan hukuman jika ada pihak yang melanggar prokes Covid-19 dan mengabaikan peringatan untuk tidak melanggar prokes.

“Libatkanlah peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa seperti Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) sampai guru dan dosen, dalam menyosialisasikan gerakan 3M dan mengingatkan warganya untuk selalu disiplin menerapkan 3M,” pungkas Azis Syamsuddin. (ijs/ful)

Berita Lainnya

TRENDING BERITA

Berita Utama