Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin Minta Polri Tutup Sumber Pendanaan Teroris

Azis Syamsuddin

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meyakini ada sumber pendanaan yang mengalir dalam gerakan teroris di Indonesia. Ini dilihat dari rangkaian peristiwa yang muncul hingga persenjataan yang dimiliki seperti kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah.

“Peristiwa yang terjadi di Dusun Lewono, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo hanya sebagian kecil dari peristiwa-peristiwa mengenaskan yang terjadi. Kelompok Ali Kolora dll tidak mungkin jalan sendiri. Ada sumber dana yang mengalir,” terang Azis Syamsuddin dalam keterangan resminya, Kamis (10/12/2020).

Mujahidin Indonesia Timur merupakan kelompok teroris yang bersumpah setia kepada ISIS pada Juli 2014. Dibalik kekejaman yang dilakukan kelompok MIT, ada seseorang bernama Ali Kalora alias Ali Ahmad yang merupakan sosok radikal senior.

Baca Juga  Pemberian Tanda Kehormatan Suntikan Moral Dalam Memimpin

Ali kemudian dipercaya untuk menjadi pemimpin MIT menggantikan Santoso yang tewas pada 18 Juli 2016. Ali diduga menggantikan posisi Santoso sebagai pemimpin di MIT bersama dengan Basri. Setelah Basri ditangkap Satgas Tinombala.

“Begitu terorganisirnya organ mereka hingga mampu menghimpun kekuatan di balik persembunyian. Melakukan perekrutan, hingga berkomunikasi dengan kelompok ISIS. Artinya, ada gerakan di luar yang menyuplai pasokan. Baik kebutuhan makanan hingga modal persenjataan,” ungkap Azis.

Terkait dengan isu, suplai kotak amal di banyak minimarket untuk kelompok teroris ini, bagi Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, kemungkinan selalu ada. Maka pada posisi ini, DPR meminta Polri mengusut dugaan dana dari kotak sumbangan itu.

Baca Juga  Kasus Perbudakan ABK Jadi Sorotan Dunia, Azis Syamsuddin Minta Pola Rekrutmen Diperketat

“Saya yakin Kepolisian mampu mengungkap kecurigaan ini. Sumber dana untuk pergerakan teroris di Indonesia harus ditutup. Apalagi data yang didapat menunjunjukan dana-dana itu digunakan untuk memberangkatkan anggota ke Suriah, pelatihan militer hingga pembuatan senjata,” papar Azis.

Ditambahkan Azis, dengan ditemukannya sumber pendanaan untuk aksi teroris maka mata rantai operasional teroris dapat terhenti. “Sekali lagi kami berharap kepolisian dapat menemukan sumber pendanaan lain sehingga kehidupan teroris di Indonesia dapat di redam dan dihilangkan,” tegasnya. (scio/ful)

Berita Lainnya

TRENDING BERITA

Berita Utama