Azis Syamsuddin

Apresiasi Langkah Kemenlu, 79 Kontainer Limbah B3 Dikembalikan ke Empat Negara

Azis Syamsuddin

JAKARTA – Indonesia, sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Basel, melarang impor barang yang mengandung limbah beracun, mengingat pengiriman bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi ekosistem di dalam negeri.

Larangan itu telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2005 tentang Pengesahan Amandemen atas Konvensi Basel tentang Pengawasan Perpindahan Lintas Batas Limbah Berbahaya dan Pembuangannya. Perpres itu ditandatangani oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juli 2005.

Pada perkembangannya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Kemenlu yang telah berkoordinasi dengan semua pihak atas upaya mengembalikan 79 kontainer berisi bahan baku industri yang mengandung limbah beracun (B3) yang diimpor dari empat negara, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia.

Ditegaskan Azis, pengembalian bahan baku mengandung limbah B3 merupakan bagian dari ketentuan dan harus segera dilakukan hingga batas waktu yang telah ditentuakan. “Aturan ini jelas. Sesuai dengan Basel Convention (on the Control of the Transboundary Movements of Hazardous Wastes and their Disposal), impor lintas negara yang berisi limbah B3 tidak diperkenankan,” tegasnya, Selasa (29/12/2020).

Azis Syamsuddin

Masih berkaitan dengan limbah, Azis memberikan dukungan kepada perusahaan yang berinisiatif mengelola dan mengolah limbah sebaik munkin. Ini seperti yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui program payung keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia yang bekerja sama dengan Waste4Change.

“Programnya cukup baik dan dapat ditiru. Program uji coba riset daur ulang puntung yang akan berlangsung hingga Januari 2021 mudah-mudahan berlanjut,” jelasnya.

Program ini, sambung dia, merupakan salah satu wujud komitmenterhadap konsep circular economy dan zero-waste to landfill di Indonesia. DPR berharap komitmennya terus belanjut.

Baca Juga  Kasus Perbudakan ABK Jadi Sorotan Dunia, Azis Syamsuddin Minta Pola Rekrutmen Diperketat

“Perusahaan memang harus senantiasa bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari komunitas maupun masyarakat luas hingga pemerintah. Kami mendukung niat Sampoerna melalui Sampoerna untuk Indonesia dalam mengelola sampah puntung rokok,” pungkas Azis. (ijs/ful)

Berita Lainnya

TRENDING BERITA

Berita Utama